Gaya komunikasi yang harus dihindari oleh karyawan

Posted: 1 Februari 2011 in Artikel
Tag:, ,

komunikasi

Komunikasi, aktivitas ini telah menjadi indikator utama efektivitas kinerja suatu perusahaan.

Bagaimana seorang karyawan dapat beradaptasi dengan rekan kerja, atasan, dan bawahannya turut ditentukan oleh gaya komunikasi individu. Gaya komunikasi adalah personal style yang seakan menentukan kesuksesan seseorang dalam pergaulan, terutama di lingkungan yang baru.
Pada umumnya orang yang sukses dalam pergaulan bukan saja memahami dampak gaya komunikasinya pada orang lain, ia pun telah berhasil mengubahnya menjadi gaya komunikasi yang luwes dan menyenangkan, dimana gaya komunikasi yang luwes itu menambah kekuatan atau bahkan melengkapi kekurangan isi pesan yang ingin ia kemukakan.
Berikut adalah beberapa gaya komunikasi yang sebaiknya kita hindari dalam interaksi antarindividu dalam suatu kantor :
Gaya 1 : Si Penganggap
Ungkapan yang biasanya terlontar dari dirinya adalah, ” Saudara seharusnya sudah mengerti maksud saya”. Si Penganggap umumnya melakukan satu kesalahan yang cukup serius dalam komunikasi, yakni menganggap orang lain pasti memahami isi hatinya. Sebelum kita menganggap orang lain sudah menangkap maksud kita, kita perlu mengecek ulang, apakah benar ia sudah memahami pembicaraan kita. Gaya komunikasi seperti ini acap kali membuahkan kekecewaan dan bahkan kemarahan.
Gaya 2 : Si Sepenggal
Orang ini selalu berpikir, “Bukankah saya sudah mengatakan semuanya itu”. Meskipun sesungguhnya yang terjadi adalah ia memang belum mengemukakan seluruh pikirannya alias baru sepenggal informasi saja yang disampaikan. Sewaktu kita berbicara, kecepatan pikiran kita bergerak dari satu topik ke topik yang lainnya tidaklah sama dengan kecepatan lidah kita mengungkapkan isi pikiran itu sendiri. 

Bagi Si Sepenggal, pikirannya bergerak telalu cepat atau lidahnya terlalu lamban sehingga maksud hatinya tidak tertuang sepenuhnya melalui bahasa ucapan. Si Sepenggal rentan terhadap frustasi karena komunikasinya menjadi terpotong-potong dan sudah tentu membuka pintu terhadap kesalahpahaman pesan.

Gaya 3 : Si Peremeh
Ucapan Si Peremeh pada umumnya ditandai dengan kalimat sejenis ini, “Kenapa sih kamu tidak mengerti-mengerti?”.Si Peremeh memiliki satu masalah yang lumayan serius yakni ia memperlakukan semua orang sama seperti dirinya. Alhasil, apabila orang lain tidak bisa mengikuti kemauan atau pikirannya, ia pun akan marah. 

Sewaktu marah, bukannya ia melihat bahwa memang orang lain berbeda dengannya, ia justru memandang perbedaan sebagai kekurangan di pihak penerima pesan. Gaya komunikasi ini cenderung merusakkan hubungan dengan orang lain. Karena siapa saja yang pernah disakitinya akan menjaga jarak karena tidak mau berhubungan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s